Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts

Friday, July 13, 2012

Indonesia: Kita Kalah Segala Aspek Dari Jepang

|0 komentar


Asisten pelatih Timnas U-22,Liestiadi mengakui kalau Indonesia kalah dari segala aspek dengan Jepang.

Garuda Muda terpaksa menyerah 1-5 di Stadion Utama Riau (12/7). Kekalahan yang menutup pintu Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-22 2013.

"Kami akui kita kalah 5-1 dan mereka lebih bagus. Tapi kita semua memang kalah dari segala aspek," tegas Liestiadi dalam sesi jumpa pers pasca laga.

"Pembinaan, organisasi, liga amatir kelompok umur, liga profesional semuanya kita kalah dari Jepang."

Menurutnya, Blue Samurai yang usianya satu-dua tahun di bawah rata-rata pemain Indonesia ini memang lahir dari pembinaan jangka panjang. "Tim Jepang ini adalah tim yang dibentuk sejak mereka usia 14-15 tahun," jelasnya.

Liestiadi berharap, PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia terus berbenah. "Federasi harus memulainya dari bawah, yakni pembinaan. Kita tidak bisa instan seperti tim ini yang TC-nya hanya sebulan saja," jelasnya.

"Tapi saya tetap bangga dengan perjuangan anak-anak," tutupnya. 

Agung Supriyanto, Anggota Militer di Timnas U-22

|0 komentar

Berlatar belakang sebagai seorang militer. Tak lantas membuat striker Timnas Indonesia U-22, Agung Supriyanto canggung bergabung bersama sesama anggota Timnas.

Berpangkat Sersan Dua (Serda) di Kesatuan Rindam 3 Siliwangi. Agung dengan mudah mampu bergaul dengan para pemain lainnya di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan pemain yang memakai nomor punggung 18 ini menjadi salah satu aktor dari penampilan ciamik Indonesia di Piala Asia U-22.

"Meski seorang prajurit, saya tidak ingin menunjukkan sebagai TNI di hadapan mereka. Yang jelas kami semua dalam tim yang solid dan hubungannya harmonis," kata Agung Supriyanto.

Menurutnya, bergabung bersama militer di angkatan darat telah membantunya untuk tumbuh dan mengembangkan karir sepakbolanya di klub PPSM KN Magelang maupun di Timnas U-22, terutama terkai pembentukan karakter dan kedisiplinan.

Menjadi pemain sepakbola telah menjadi cita-cita anak pasangan Purbono dan Kasmirah sejak kecil. Berkat ketekunan dan tekad kuat dalam berlatih, akhirnya kini Agung bisa bergabung dengan klub PPSM Magelang yang dilatih Danurwindo serta dapat memperkuat Timnas.

"Akhirnya cita-cita kecil saya kesampaian. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Ini adalah awal untuk jauh lebih baik," kata pria kelahiran 14 Juni 1992 itu.

Monday, June 4, 2012

Satu Bonek Tewas Karena Kerusuhan Tambaksari

|0 komentar

Duka karena tewasnya suporter kembali menyelimuti persepakbolaan Indonesia. Kerusuhan di Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, Minggu (03/6) membawa korban. Satu Bonekmania tewas karenanya.

Bonekmania yang tewas tersebut diketahui bernama Purwo Adi Utomo. Ia merupakan Pelajar SMKN 5 Surabaya yang baru akan naik ke kelas tiga. "Dia itu anaknya pendiam, nggak neko-neko. Tapi nggak tahu kok bisa begini," terang Wahyu Sunarti, sang tante yang menunggu kedatangan orang tua korban.

Belum jelas penyebab kematian pemuda yang karib disapa Tomi ini. Sampai berita ini diturunkan, jenazah dari warga Babadan Rukun Gang 6 Nomor 3 itu masih berada di ruang otopsi RSUD Dr.Sutomo. Dugaan sementara Tomi tewas terjatuh dan terinjak karena terdapat beberapa lebam di wajahnya

Tampak menunggu hasil otopsi, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Tri Maryanto beserta jajarannya. "Kita masih tunggu penyebab kematian korban. Berdasarkan keterangan, tadi dia ditemukan tertelungkup dan sempat diberikan pertolongan. Tapi kemudian dia meninggal," terang Tri.

Hadir pula di RSUD Dr.Sutomo, manajer Persebaya, Saleh Hanifah, yang didampingi Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman. Mereka berdua memberi ungkapan bela sungkawa kepada Yudhi dan Susi, orang tua korban yang datang hampir bersamaan. "Besok rencananya kita dan pemain akan menghadiri pemakamannya," ujar Ram singkat.

Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta sore tadi memang berlangsung panas. Namun, kerusuhan baru terjadi usai laga yang berkesudahan sama kuat 3-3 itu. Kerusuhan terjadi karena pihak keamanan bertindak brutal saat menghalau Bonekmania yang turun ke lapangan usai laga. Padahal mereka hanya ingin mengambil spanduk yang mereka bentangkan di pinggir lapangan.

Bukan saja korban tewas, puluhan korban karena sesak napas akibat tembakan gas air mata juga berjatuhan. Dari beberapa korban yang dilarikan ke RS. Dr.Soewandi tercatat dua korban yang mendapatkan perawatan intensif. Satu karena luka bocor di kepala dan satu Bonita yang pingsan karena sesak napas.

Sementara berdasarkan keterangan Kombespol Tri, dari pihak keamanan, belasan personel mereka luka-luka karenanya. Serta, satu mobil patroli ringsek karena dihancurkan Bonekmania.

Tuesday, May 29, 2012

Belum Digaji, Pemain ISL-IPL Ancam Mogok

|0 komentar


Kompetisi paling atas di pentas sepak bola nasional, Indonesia Super League dinilai Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) tidak lebih baik dari Indonesian Premier League (IPL). Itu karena, kedua kompetisi yang tengah berebut status sebagai yang terbaik, gagal mensejahterakan para insan yang terlibat di dalamnya. Karena itu, APPI menyarankan agar kedua belah pihak melakukan rekonsiliasi.

"Pemain dan tim pelatih masih kesulitan hidup layak. Itu karena, banyak klub gagal dalam memenuhi kewajiban membayarkan gaji. Terbukti, banyak klub ISL dan IPL yang tidak gajian lebih dari dua bulan," terang Presiden APPI, Ponaryo Astaman, kepada para wartawan di Jakarta, Senin (28/5).
l
Ponaryo melanjutkan, APPI meminta agar klub-klub segera memenuhi hak pesepakbola, termasuk izin kerja bagi pesepakbola asing yang telah disepakati dan diatur dalam kontrak selambat-lambatnya hingga 7 Juni.

"Apabila tidak ditepati, maka kami mogok bertanding. Kami akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan serta memberikan kekuasaan dan wewenang kepada APPI untuk melakukan pembicaraan dengan pihak klub yang bermasalah termasuk serta tidak terbatas dalam upaya hukum yang tegas sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku," tegasnya.

Ke depannya, Ponaryo berharap klub-klub dapat memberikan jaminan keberlangsungan operasional dan finansial klub, minimal satu musim. Sehingga, dilanjutkannya, para pesepakbola dapat fokus dalam menjalankan pekerjaannya.

"Untuk itu, kami akan meminta FIFA untuk mengawal klub dalam melaksanakan kewajibannya terhadap pesepakbola," ujarnya.

”Persoalan gaji memang dilematis, sebab mempengaruhi mental bertanding para pemain. Semangat pemain akan berkurang dan mengendurkan semangat juang. Akibatnya, mempengaruhi hasil yang akan dicapai klub di akhir kompetisi," tukasnya.

Lebih jauh, pemain asal klub Sriwijaya FC tersebut meminta agar PSSI tidak lagi membeda-bedakan pemain ISL dan IPL dalam memperkuat timnas.

Semua pemain ISL dan IPL, diharapkan APPI, harus mendapatkan kesempatan untuk dipanggil dan diseleksi tim pelatih timnas. Selanjutnya, mereka harus diberikan permohonan khusus kepada AFC dan FIFA agar diizinkan bermain di timnas

Sunday, May 20, 2012

Review: Indonesia ke Semifinal Al-Nakba

|0 komentar


Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Kurdistan di pertandingan terakhir babak penyisihan Grup B Al-Nakba Cup 2012, Sabtu (19/5), dan memastikan satu tiket ke semifinal.

Kemenangan 2-0 atas Mauritania di pertandingan pertama mendekatkan langkah Indonesia ke babak empat besar. Untuk mewujudkannya, tim Garuda wajib menang atas Kurdistan, sang pemimpin klasemen yang juga menang di pertandingan pertamanya dengan produktivitas gol lebih baik (3-1).

Jika hasilnya ternyata imbang atau kalah, Indonesia tetap bisa lolos, yaitu dengan status runner-up terbaik. Syaratnya, selisih gol tidak boleh lebih dari satu.

Satu pertanyaan mengemuka di benak para pecinta bola tanah air menjelang laga penentuan ini. Sudahkah pelatih Nil Maizar membenahi koordinasi permainan Irfan Bachdim dan kawan-kawan, yang meski menang dua gol tanpa balas, namun berulang kali tertekan dan sering melakukan kesalahan operan saat melawan Mauritania?

Gawang Indonesia bergetar terlebih dahulu pada menit ke-17, tetapi Indonesia berhasil menyamakan kedudukan lewat Titus Bonai hanya satu menit setelah gol pembuka Kurdistan itu tercipta.

Skor 1-1 di babak pertama bertahan sampai jeda, bahkan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini tidak didapat dengan mudah. Sejak menit awal babak kedua, lini pertahanan Indonesia mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari Kurdistan. Secara keseluruhan, permainan Indonesia masih menyisakan sejumlah catatan. Salah satunya adalah minimnya pemain kreatif di lini tengah yang bisa diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan, baik dengan speed, operan maupun pergerakan tanpa bolanya.

Terlepas dari itu semua, Indonesia dipastikan finis sebagai runner-upGrup B di bawah Kurdistan dan akan menghadapi pemenang Grup C,Tunisia atau Yordania, dalam pertandingan semifinal yang akan digelar pada 22 Mei mendatang.

Friday, May 18, 2012

Rasyid dan AP Dewa Kembali Gabung TC Timnas

|0 komentar


Setelah dipinjamkan ke klub selama sepekan, Rasyid Assyahid Bakri harus kembali ke pemusatan latihan Timnas U-23. Kebetulan, pemain berusia 21 tahun itu dinyatakan lolos seleksi tahap pertama, akhir pekan lalu.

Rasyid dipinjam PSM untuk laga melawan Arema di kompetisi IPL yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (21/5) lalu. Pemain asal Limbung, Kabupaten Gowa, itu juga dimainkan saat PSM kembali menjamu Arema di ajang Piala Indonesia, Rabu (16/5).

Pada pertandingan Piala Indonesia, Rasyid memang tidak turun dari menit awal karena kondisi tubuhnya belum pulih 100 persen. Kondisinya drop saat pertarungan pertama melawan Arema yang membuatnya sempat pingsan di ruang ganti usai laga tersebut. Ia mengalami pusing karena bertabrakan dengan pemain lawan ditambah dengan kelelahan.

Usai laga semalam, Rasyid harus kembali ke pemusatan latihan Timnas U-23. Ia akan berangkat bersama Aditya Putra Dewa yang juga dipinjam sejak Senin (14/5) lalu.

Dengan demikian, kemungkinan besar Rasyid tidak akan tampil membela PSM saat menghadapi Persija Jakarta di Madiun, Minggu (20/5) nanti. Pasalnya, Rasyid tengah dipersiapkan untuk menghadapi laga persahabatan melawan Inter Milan di Jakarta, 24 Mei mendatang.

Peluang Rasyid untuk masuk skuad utama timnas U-23 terbilang besar. Ia mampu tampil konsisten dan menjadi andalan di lini tengah.  . "Semoga saja pada seleksi tahap kedua nanti, Rasyid lolos lagi," harap Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina.

Rasyid pun berharap bisa masuk ke skuad utama. Dia juga sudah lama mengimpikan dapat tampil menghadapi salah satu klub raksasa Serie A Italia itu.

"Saya sangat senang akhirnya bisa lolos seleksi Timnas kali ini. Semoga saya bisa tampil di skuad utama untuk menghadapi Inter Milan. Saya siap untuk tampil," ujar Rasyid.

Selain Rasyid, masih ada tiga pemain PSM lain yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Mereka adalah Aditya Putra Dewa, Kurniawan Karman, dan M Aswar Syamsuddin. Sedangkan Rasul Zainuddindinyatakan tersingkir.

Rencana, hanya ada 13 pemain Timnas U-23 yang akan dipilih dan nantinya bakal digabung dengan beberapa pemain asing dan timnas senior untuk memperkuat Indonesian Selection melawan Inter Milan. "Semoga saja kami berempat masuk skuad utama," harap Kurniawan.

Preview: Indonesia vs Mauritania, Menang Besar

|0 komentar


Perjuangan Indonesia di ajang Al-Nakbah bakal segera dimulai, lawan pertama tim Garuda adalah Timnas Mauritania.

Sebenarnya, lawan Indonesia adalah Uzbekistan namun akibat masalah birokrasi di Israel, Uzbekistan urung mengikuti turnamen ini. Mauritania pun menjadi lawan pertama bagi Indonesia.

Meski cukup asing, namun jajaran pelatih Indonesia telah mengantongi kekuatan Mauritania. Hal itu setelah asisten pelatih Fabio de Oliveira menyaksikan langsung ketika mereka ditundukkan Kurdistan dengan skor 3-1.

Tentunya hal ini membuat pasukan Nil Maizar berkesempatan besar untuk mendulang poin penuh dengan kemenangan besar, pasalnya, bila dilihat dari rangking FIFA Indonesia masih unggul jauh.

Mauritania berada di peringkat ke 202 sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-151.

Tak hanya itu, masuknya Titus Bonai dan Oktovianus Maniani diyakini bakal semakin mempertajam lini depan Indonesia yang dihuni oleh Irfan Bachdim dan Samsul Arif.

Berapa gol Indonesia? Semoga banyak gol agar semangat bertanding untuk meraih hasil maksimal di turnamen ini terwujud.

Data dan Fakta Pertandingan:

  • Indonesia dan Mauritania belum pernah bertemu di pertandingan Internasional
  • Mauritania berada di urutan ke-202 peringkat FIFA, masih lebih baik Indonesia yang berada di urutan ke-151
  • Indonesia dan Mauritania sama-sama belum pernah meraih kemenangan di lima laga Internasionalnya
  • Indonesia mengalami kekalahan terbesar di lima laga terakhir dengan skor 10-0, sedangkan Mauritania dengan skor 6-1, keduanya di ajang Pra Piala dunia
Perkiraan Line Up Indonesia:
Endra Prasetya, Nopendi, Wahyu Wijiastanto, Jajang Paliama, Hamdi Ramdhan, Oktovianus Maniani, Slamet Nurcahyo, Kim Kurniawan, Titus Bonai, Irfan Bachdim, Samsul Arif.

Review: Awal Manis Garuda di Palestina

|0 komentar

Indonesia mengawali perjalanannya di ajang Al-Nakbah, Palestina, dengan hasil cukup memuaskan, yaitu menang 2-0 atas Timnas Mauritania.

Kemenangan ini membuat kans tim Garuda untuk lolos ke babak semifinal cukup terbuka.

Indonesia tertekan di awal pertandingan dan para pemain sering melakukan kesalahan mendasar. Sebagian besar pemain masih minim pengalaman internasional dan itu membuat permainan kubu Indonesia terkesan sangat berhati-hati..

Awan gelap di menit-menit pembukaan sirna ketika Hendra Bayauwberhasil membawa Indonesia unggul 1-0 lewat sebuah serangan balik pada menit ke-20. Gol itu membuat kepercayaan diri Titus Bonai dan kawan-kawan meningkat.

Hasilnya bisa dilihat beberapa menit setelahnya. Hanya selang lima menit dari gol pertama, Indonesia menggandakan keunggulan ketika Novan Setya yang mengiris sektor sayap kiri melepaskan tembakan yang tak bisa diantisipasi oleh Yakoub Fall.

Tertinggal dua gol, Mauritania pun meningkatkan serangannya. Beberapa kali para pemain Mauritania menciptakan peluang, namun gagal dikonversikan menjadi gol karena ketangguhan kiper Wahyu Tri Nugroho di bawah mistar Indonesia.

Skor 2-0 untuk Indonesia bertahan hingga jeda.

Pada babak kedua, Indonesia masih berada di bawah tekanan Mauritania. Koordinasi antarlini Indonesia terlihat kurang padu dan beberapa kali umpan panjang mereka gagal menemui sasaran.

Pada menit ke 68, Mauritania mendapatkan penalti setelah Nopendimenarik baju pemain depan Mauritania. Kembali, Wahyu Tri Nugroho menunjukkan ketangguhannya. Dia berhasil mementahkan eksekusi penalti itu dan menghindarkan gawang Indonesia dari kebobolan.

Ketika peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan, skor tidak berubah, tetap 2-0 untuk kemenangan Indonesia.

Hasil ini membuat Indonesia menempati peringkat dua Grup B dengan tiga poin. Posisi puncak ditempati Kurdistan, yang juga meraih poin maksimal, tapi lebih unggul produktivitas gol.

Pertandingan berikutnya adalah melawan Kurdistan, Sabtu (19/5). Akan tetapi, sebelum itu, sepertinya pelatih Nil Maizar masih harus berpikir keras untuk membenahi sejumlah kekurangan tim Garuda yang muncul saat melawan Mauritania tadi.

Susunan Pemain Indonesia (4-4-2) :
Wahyu Tri Nugroho (GK) ; Wahyu Wijiastanto, Novan Setia, Handi Ramdhan, Nopendi ; Jajang P (Slamet Nurcahyo 70′), Taufik, Hendra Bayaw, Samsul Arif (M. Rahmat 58′) ; Irfan Bachdim, Titus Bonai (M. Nur Iskandar 80′).

Thursday, May 17, 2012

Upaya Datangkan Wasit Asing ke Indonesia Masih Terkendala

|0 komentar
Asa para penggemar sepak bola Indonesia untuk melihat hadirnya wasit asing memimpin kompetisi Indonesian Premier League harus tertunda untuk menjadi kenyataan. Masih ada permasalahan terkait mendatangkan wasit asing ke Indonesia.

Menurut Head of Competition PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS), Hendriyana, ada beberapa kendala untuk menghadirkan pengadil asing itu ke kompetisi di Indonesia.

"Salah satu yang paling krusial adalah bahwa mereka memiliki profesi lain selain sebagai wasit, seperti misalnya guru atau polisi. Apabila kita akan mengontrak mereka permanen selama setengah atau satu musim kompetisi, maka mereka mau tidak mau harus meninggalkan profesinya yang lain," ungkap Hendriyana pada Bola.net.

Namun, Hendriyana melanjutkan, bahwa saat ini mereka terus mencoba untuk menjalin komunikasi dengan beberapa wasit asing. Mereka berharap suatu saat para wasit itu bakal menerima tawaran untuk memimpin laga di Indonesia.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai peluang wasit-wasit asing eks Liga Primer Indonesia untuk kembali memimpin laga di sini, Hendriyana mengaku pesimis. Pasalnya, Komite Wasit PSSI telah menolak mereka.

"Komite Wasit menganggap mereka terlalu tua untuk memimpin laga. Karena itulah, kami serahkan juga pada mereka untuk mencari wasit asing," tandasnya.

Lelang Jersey Bertajuk Final Champions Tribute to Abdul Kadir

|0 komentar


Kepedulian untuk membantu keluarga legenda Timnas Indonesia era 60-an, Abdul "Kancil” Kadir, terus bergulir. Sebagai wujud kepedulian, @IndonesiaSatuFC, Bonek Mania dan Relawan Muda Jakarta akan menggelar lelang jersey yang hasilnya diperuntukkan bagi keluarga.

Rencana tersebut akan diwujudkan saat momentum Final Liga Champions (LC), di Stadion Allianz Arena di Munich, 19 Mei 2012.

“Acara bertajuk Final Champions Tribute To Abdul Kadir direncanakan berlangsung D’Spice Cafe Kemang, Jakarta Selatan. Akan dihadiri pula teman-teman pemain sepak bola nasional dan para musisi,” terang Tito Oktavialdi, Ketua Karang Taruna di pemukiman (alm) Abdul Kadir.

Sejauh ini, pria kelahiran Pangkang Pinang, Bangka Belitung, 1 Oktober 1966 menceritakan, sudah terkumpul jersey milik pemain Timnas seperti Bambang PamungkasAhmad Bustomi dan Ponaryo Astaman.

“Bustomi melelang jersey Timnas Indonesia yang dikenakannya ketika tampil di Pra Piala Dunia. Sedangkan Ponaryo, melelang jersey Sriwijaya FC plus membubuhkan tanda tangan,” tutur bapak dari dua anak tersebut.

“Kami masih menerima donasi berbentuk jersey hingga 18 Mei. Bahkan, pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago akan memberikan jaketnya. Karena itu, kami masih menunggu,” tuturnya. 

Kondisi keluarga Almarhum Abdul Kadir, sungguh memprihatinkan usai berpulang pada 2003 silam akibat gagal ginjal setelah sempat berobat ke China. Padahal, almarhum dikenal sebagai pemain yang sangat lincah. Beberapa prestasi telah diberikan untuk Merah-Putih, di antaranya tampil sebagai juara Piala Raja 1968 dan Pesta Sukan Singapura empat tahun berselang

Persema Bantah Gaji Telat Pengaruhi Buruknya Form

|0 komentar

Banyak spekulasi berkembang terkait melempemnya penampilan Persema kala dikalahkan Semen Padang, awal pekan lalu. Salah satu kabar, Emile Mbamba dan kawan-kawan loyo karena belum menerima gaji mereka sejak dua bulan lalu.

Namun, tengara ini dibantah oleh sang kapten, Bima Sakti. Menurut gelandang Persema ini, masalah gaji memang mengganggu mereka, namun masih belum membuat mereka kehilangan fokus dalam bertanding.

"Bukan dalam pertandingan ini saja, kami mengalami masalah gaji. Namun, di pertandingan-pertandingan sebelumnya kami tetap bisa tampil bagus, fight dan meraih kemenangan," ungkap mantan penggawa Timnas Indonesia ini.

"Menurut saya, kekalahan kami dalam pertandingan karena lebih disebabkan karena kami kurang konsentrasi dalam bertahan," sambungnya.

Sementara, penampilan para penggawa Persema yang tetap menunjukkan penampilan terbaik mereka, meski belum menerima gaji selama dua bulan, mendapat apresiasi dari Slave Radovski. PelatihLaskar Ken Arok -julukan Persema- ini mengatakan bahwa dia puas anak asuhnya menjalankan tugas mereka dengan baik.

Seperti diketahui, dalam menjalani kompetisi Indonesian Premier League musim ini, Persema dibelit masalah finansial. Bahkan, meski pada akhirnya dibantah oleh manajemen Persema sendiri, General Manager Persema, Asmuri, sempat melontarkan ancaman untuk mogok bertanding.

Saturday, May 12, 2012

Abdul 'Kancil' Kadir, Legenda Timnas Indonesia Yang Terlupakan

|0 komentar


Abdul Kadir (kanan) ketika masih bermain dan salah satu trofi yang dimenangkannya


Abdul 'Kancil' Kadir, nama mantan pemain Timnas Indonesia tersebut kini mulai ramai dibicarakan, setelah keluarga yang ditinggalkannya dalam kondisi yang memprihatinkan.

Tak banyak yang tahu siapa pemain yang dijuluki Si Kancil ini, padahal, ketika masih hidup dan aktif bermain, Kadir menjadi andalan tim Merah Putih.

Abdul Kadir merupakan pemain kiri luar yang dimiliki Timnas Indonesia lahir di Denpasar, Bali, 27 Desember tahun 1948. Sejak kecil Abdul Kadir sudah menyukai sepakbola, dan klub pertamanya adalah klub amatir Assyabaab di Srabaya.

Kadir pun akhirnya bergabung dengan salah satu klub Galatama, Pardetex, klub asal Sumatera Utara. Permainan gemilangnya pun tercium oleh PSSI, pada usia 16 tahun, pemain yang dijuluki Kancil karena kecepatannya ini pun dipanggil oleh Timnas Indonesia.

Dimulai dari kejuaraan Asian Games yang dulu masih bernama Gafeto pada tahun 1964, Kancil tersebut membela Garuda hingga tahun 1979.

Bersama Timnas, Kadir menyabet sederet prestasi gemilang, di antaranya menjuarai Piala Raja 1968, Merdeka Games 1969, dan Pesta Sukan Singapura 1972.

Kadir juga pernah memperkuat Timnas saat menjadi runner up Piala Presiden Korsel (1970-1972).

Dulu, Indonesia memang menjadi salah satu macan di Asia, hal itu terbukti dengan berbagai gelar yang diraih. Tak hanya itu, gelar pribadi pun juga mampu diraih oleh para pemain Indonesia.

Abdul 'Kancil' Kadir menjadi salah satu pemain yang mendapatkannya, bersamaSoejtipto SoentoroIswadi IdrisMax Timisela dan Jacob Sihasale, mereka terpilih dalam tim Asia All Stars.

Kancil juga telah mengenyam gaya kepelatihan arsitek hebat, Kancil pernah memperkuat Timnas semasa dipegang pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacnik,Endang WitarsaDjamiat Dhalhar, dan pelatih asal Belanda, Wiel Coerver.

Abdul Kadir memiliki teknik sepak bola yang sangat tinggi, bahkan tidak kalah dibandingkan pemain dunia saat itu seperti Pele. Maha bintang sepak bola asal Brasil itu pernah bermain di Stadion Utama Senayan bersama klub Santos, Juni 1972 dan sedang berada di puncak kejayaannya setelah membawa Brasil memenangi Piala Dunia 1970.

Dalam sebuah acara di stasiun televisi TVRI, Pele diundang menjadi bintang tamu, dalam acara tersebut Pele mempertontonkan keahliannya mengolah si kulit bundar, dan pemain Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mendampingi Pele adalah Si Kancil Abdul Kadir.

Prestasi gemilang di lapangan hijau tersebut ternyata tak sejalan dengan kehidupan pribadinya. Kancil seperti hidup serba kekurangan, selain itu, penyakit ginjal, jantung serta darah tinggi yang dideritanya membuat keuangan keluarga Kancil semakin kritis.

Namun, berbagai macam terpaan yang menimpanya tak membuat kecintaannya pada sepak bola dan juga Tanah Air ini luntur, dalam kondisi sakit, Kancil tetap memaksakan untuk menyaksikan Timnas Indonesia bertanding pada tahun 2002, dan saat itu Indonesia berhasil meraih kemenangan.

Abdul Kadir akhirnya meninggal dunia di Jakarta pada umur 55 tahun pada 4 April tahun 2003. Saat itu, dirinya baru menjalani perawatan di RS Thamrin, saat itu, Kancil dibawa ke rumah sakit oleh Ronny PattinasaraniIswadi Idris danAgum Gumelar.

Pasca meninggalnya Abdul Kadir, kehidupan keluarganya semakin memprihatinkan. Bahkan, anak sulung Abdul Kadir, Areo Jasa Pradirameninggal dunia pada tahun 2005 karena sakit tipus dan ironisnya Areo harus meregang nyawa karena tidak punya biaya berobat.

Keluarga yang ditinggalkan oleh Abdul Kadir

Sementara itu, tiga anak lainnya belum memiliki pekerjaan yang layak karena bekal pendidikan yang tidak memadai. Meski begitu istri Kancil, Lisa Abdul Kadir mengaku tak menyesal telah menikah dengan seorang pemain bola.

Abdul Kadir dan sang istri Lisa
 

Sebuah hal yang sangat ironis bila melihat segala perjuangan dan juga torehan prestasi yang diberikan oleh Abdul Kadir bagi bangsa ini.

Inilah saatnya bagi PSSI entah pimpinan Djohar Arifin maupun La Nyalla Mattalitti, untuk memberikan perhatiannya kepada keluarga pemain yang pernah mengharumkan nama bangsa.

Kondisi rumah keluarga Abdul kadir yang sangat memprihatinkan

Beberapa pergerakan untuk membantu keluarga Abdul Kadir pun mulai dilakukan, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Bumi Satria Kencana (KPBSK) akan menggalang bantuan bagi keluarga legenda sepak bola Indonesia ini.

Bagi pecinta bola yang ingin memberikan bantuannya secara langsung, bisa mendatangi kediaman keluarga di alamat Perum Bumi Satria Kencana, Jalan Pandu Dewanata, Blok 1 no.11 Kayuringin, Bekasi Selatan.

Agen Betting Ibcbet, Agen Bola Online, Agen Casino Terpercaya, CASINO 338A, IBCBET, Judi ibcbet int

Agen Betting Ibcbet, Agen Bola Online, Agen Casino Terpercaya, CASINO 338A, IBCBET, Judi ibcbet int
Agen Betting Ibcbet, Agen Bola Online, Agen Casino Terpercaya, CASINO 338A, IBCBET, Judi ibcbet internet, Taruhan Bola dan Judi Online SBOBET, Taruhan Judi SBOBET
Jika anda memiliki saran ataupun pertanyaan, anda dapat mengirimkan email ke goalbet88@ymail.com Atau Menggunakan LiveChat Secara Langsung.
Terima kasih anda telah mengunjungi website kami. Semua Data Pertandingan bola dan Prediksi akan kami update setiap hari!

Team Goalbet88 tidak menjamin garansi kemenangan 100%, tetapi dengan bantuan dari team kami, anda dapat meningkatkan kemungkinan kemenangan ke tingkat yang lebih tinggi, prediksi bola yang sangat menguntungkan untuk semua pemain betting soccer online

Goalbet88 bukanlah situs untuk taruhan. Bagaimanapun juga, isi dan material dari situs ini tidak ditujukan bagi orang yang bertempat tinggal di negara yang tidak memperbolehkan prediksi pertandingan / prediksi bola seperti yang ada pada situs ini. Untuk itu kami harap anda segera meninggalkan situs ini apabila aturan yang berlaku di negara anda melarang untuk mengakses situs Prediksi Bola

Regards,
Goalbet88

Free Backlink Services
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Berikan Bintang Anda